Hehehe Si Unyil memang film favorit di masa kecil, selain ceritanya yang Indonesia banget juga belum ada pesaingnya :) Sudah lama pengen nulis tentang Si Unyil, dan sepertinya kali ini adalah saat yang tepat untuk menulis sedikit tentang Unyil.
Menurut catatan yang saya peroleh ada 3 orang dibalik suksesnya serial Si Unyil waktu itu (sumber):
Drs.
Suyadi, saat itu adalah salah satu ahli animasi di Indonesia yang
jumlah keseluruhannya bisa dihitung make jari, gan. Pria kelahiran Jawa
Timur kelahiran 28 November 1932 ini adalah lulusan Departemen Senirupa
ITB. Setelah ia lulus dari situ, ia melanjutkan studi nya pada bidang
film, di Cineastes Associes and Les Films Martin Boschet, Paris tahun
1961-1964. Awal nya ia bekerja menjadi ilustrator buku, khususnya buku
anak-anak.
Setelah bertahun-tahun menjadi ilustrator, Suyadi pun berpindah dengan menggarap film-film animasi. Awalnya ia hanya membuat film animasi untuk iklan-iklan masyarakat. Sampai akhirnya ia menyentuh cita-cita nya, membuat film animasi untuk anak-anak dari boneka.
Kurnain Suhardiman adalah orang dibalik cerita-cerita si unyil gan. Bapak Kurnain lahir di Surabaya 5-Agustus-1928. Ia adalah
Sarjana
Muda UnPad pada fakultas hukum. Sejak kecil ia suka pada bidang tulis
menulis. Dunia film dikenalnya sekitar tahun 1956 ketika ia belajar ke
Kanada. Awalnya Kurnain bekerja sebagai guru. Dan dimasa itulah gagasan
si unyil lahir. Ia memulainya di majalah Suluh Pelajar, membuat dongeng
si Unyil dengan beberapa karikatur yang dimuat secara bersambung. Pada
1961, setelah berhenti jadi guru, ia bergerak pada bidang Film. Sebagai
Sutradara, beberapa film di hasilkan olah tangannya, salah satunya
adalah, kabut di kintamani. Pada tahun 1965, ia bertemu Suyadi untuk
membuat film animasi boneka. Sejak saat itu, Si Unyil “dibonekakan”. Pak
Le…begitulah orang orang memanggil pria yang bernama lengkap kurnain
suhardiman. Dialah orang yang membuat tokoh si unyil yang kita tahu
sebagai tokoh Made In Indonesia,atau tokoh yang memang benar buatan asli
Indonesia. Hobby Pak Le membuat film … Dari film “Kuntilanak”, ” Lampu
Merah” sampai juga iklan obat memakai kartun.
Awal mula pak le bisa mendapat Inspirasi untuk membuat tokoh ini dari seorang sepupunya yang bernama Julianto.Julianto akrab dipanggil si Kunyil oleh pak le,Namun Pak Le lebih sering menyingkat nya menjadi si Unyil. Sebelom ada Boneka Si Unyil,Memang tadinya cerita si Unyil adalah cerita turun temurun keluarga,yang dibuat sedemikian rupa. Tokoh Mei Lan itu sebenarnya karena ada familiy yang masih kecil mukanya lucu seperti Mei Lan .sekarang dia sudah jadi Dirut suatu perusahaan.
Bagaimana boneka si Unyil bisa terbentuk?
itu dikarenakan pada suatu hari pak le mengetahui bahwa sepupunya yang bernama Julianto sedang gemar membuat boneka sarung dari kain bekas dan dijahit.Inilah yang membuat beliau terinspirasi untuk membuat boneka si unyil…dan akhirnya boneka si unyil pun terbentuk seperti yang kita tahu sampai sekarang ini. Pak Le Kurnain Suhardiman memang sudah tiada, tetapi karyanya menjadi legenda di tanah air Indonesia. Siapa yang tidak kenal film boneka Si Unyil yang ditayangkan di TVRI tahun 1981 – 1993
Bapak
Gufron Dwipayana, adalah Penanggung jawab dari film Si Unyil dari PPFN,
gan. PPFN itu adalah Pusat Produksi Film Nasional, yang berlokasi di
Otista, Jakarta Timur. Nah, bapak Dwipayana ini nih yang mempercayakan
tim produksi Si Unyil untuk berproduksi di studio PPFN. Prusahaan Film
Negara saat itu seringkali di curigai oleh seniman menuntut dibuatkan
film propaganda. Tetapi Pak Dwipayana meyakinkan, kalau Film Si Unyil
murni hiburan untuk anak-anak. Maka, Suyadi cs setuju, dan pak Dwipayana
menyediakan studio di PPFN dan menyediakan dana 4 juta setiap episode,
dengan kamera 16mm.
Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata “Unyil” berasal dari “mungil” yang berarti “kecil”.
Seminggu terkahir ini di televisi ramai diberitakan bahwa Drs. Suyadi (pak raden) mengamen demi membeli hak cipta si Unyil ciptaannya. Aksi ini megundang keprihatinan banyak pihak seperti artis, selebriti, bahkan pejabat negara dan tentu saja: saya.
Kasus hak cipta banyak yang berujung pada ketidak adilan sang empunya karya, sebagai contoh warkop DKI yang sampai sekarang tdak mendapat royalti ketika filmnya diputar di TV ck ck ck berapa kali dalam setahun TV2 Indonesia menyiarkan film2 warkop? Masak hanya karena tidak ada kontrak hakcipta, si warkop tidak dibayar?!
Saya cuman seorang warga desain grafis yang tidak tahu tentang bagaimana hukum mengatur hak cipta, tapi saya cuman ingin menyampaikan bahwa sebuah karya selalu akan melekat pada penciptanya apapun yang terjadi, jika bicara hak cipta barangkali sipencipta bisa saja tidak tahu menahu tentang hukum.
Bagaimana hak cipta jika namanya diganti saja menjadi hak hati nurani?
Untuk pak Raden, saya cuman bisa mendukung lewat gambar semangat terus pak..!
Menurut catatan yang saya peroleh ada 3 orang dibalik suksesnya serial Si Unyil waktu itu (sumber):

Setelah bertahun-tahun menjadi ilustrator, Suyadi pun berpindah dengan menggarap film-film animasi. Awalnya ia hanya membuat film animasi untuk iklan-iklan masyarakat. Sampai akhirnya ia menyentuh cita-cita nya, membuat film animasi untuk anak-anak dari boneka.
Kurnain Suhardiman adalah orang dibalik cerita-cerita si unyil gan. Bapak Kurnain lahir di Surabaya 5-Agustus-1928. Ia adalah

Awal mula pak le bisa mendapat Inspirasi untuk membuat tokoh ini dari seorang sepupunya yang bernama Julianto.Julianto akrab dipanggil si Kunyil oleh pak le,Namun Pak Le lebih sering menyingkat nya menjadi si Unyil. Sebelom ada Boneka Si Unyil,Memang tadinya cerita si Unyil adalah cerita turun temurun keluarga,yang dibuat sedemikian rupa. Tokoh Mei Lan itu sebenarnya karena ada familiy yang masih kecil mukanya lucu seperti Mei Lan .sekarang dia sudah jadi Dirut suatu perusahaan.
Bagaimana boneka si Unyil bisa terbentuk?
itu dikarenakan pada suatu hari pak le mengetahui bahwa sepupunya yang bernama Julianto sedang gemar membuat boneka sarung dari kain bekas dan dijahit.Inilah yang membuat beliau terinspirasi untuk membuat boneka si unyil…dan akhirnya boneka si unyil pun terbentuk seperti yang kita tahu sampai sekarang ini. Pak Le Kurnain Suhardiman memang sudah tiada, tetapi karyanya menjadi legenda di tanah air Indonesia. Siapa yang tidak kenal film boneka Si Unyil yang ditayangkan di TVRI tahun 1981 – 1993

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata “Unyil” berasal dari “mungil” yang berarti “kecil”.
Seminggu terkahir ini di televisi ramai diberitakan bahwa Drs. Suyadi (pak raden) mengamen demi membeli hak cipta si Unyil ciptaannya. Aksi ini megundang keprihatinan banyak pihak seperti artis, selebriti, bahkan pejabat negara dan tentu saja: saya.
Kasus hak cipta banyak yang berujung pada ketidak adilan sang empunya karya, sebagai contoh warkop DKI yang sampai sekarang tdak mendapat royalti ketika filmnya diputar di TV ck ck ck berapa kali dalam setahun TV2 Indonesia menyiarkan film2 warkop? Masak hanya karena tidak ada kontrak hakcipta, si warkop tidak dibayar?!
Saya cuman seorang warga desain grafis yang tidak tahu tentang bagaimana hukum mengatur hak cipta, tapi saya cuman ingin menyampaikan bahwa sebuah karya selalu akan melekat pada penciptanya apapun yang terjadi, jika bicara hak cipta barangkali sipencipta bisa saja tidak tahu menahu tentang hukum.
Bagaimana hak cipta jika namanya diganti saja menjadi hak hati nurani?
Untuk pak Raden, saya cuman bisa mendukung lewat gambar semangat terus pak..!